Pengabdian Pada Keluarga atau Kepentingan Hati??

25 02 2009

Saya sedang mengalami suatu keadaan dimana memerlukan banyak pertimbangan dan pemikiran yang cukup intens..Saya mulai ini dengan cerita yaa..

Saya baru mengenal satu sosok pria yang saya rasa terbaik dalam garis asmara saya selama ini.. kenapa terbaik?? Karena kebahagiaan datang bukan hanya dari saya pribadi, tetapi juga dari orang-orang yang ada di sekitas saya, termasuk keluarga saya..

Kalau boleh menceritakan sedikit tentang latar belakang saya dan keluarga, saya terlahir dikeluarga yang mempunyai garis keturunan yang ‘berbeda’.. Memang agak sedikit aneh untuk ditilik dijaman yang sudah makin berkembang seperti saat ini.. Disaat era sudah berubah baik secara pemikiran ataupun secara kebiasaan, tetapi ‘tradisi’ yang ada dalam keluarga saya tetap berdiri tegak dengan sangat gagahnya.. Apa mau di kata, tradisi tetap tradisi kata mereka para tetua.. Apalagi dalam hal ini saya ditempatkan dengan sangat nyata sebagai seorang perempuan.. Saya tidak pernah minta untuk dilahirkan seperti ini.. Apakah saya harus bangga atau harus menyesal, tidak bisa diungkapkan..

Setiap orang dilahirkan untuk hidup berpasangan (begitu orang-orang selalu bilang).. Demikian juga dengan saya bukan? Nah oleh sebab itulah, saya mulai mencari pasangan untuk diri saya, yang nantinya bisa menemani saya sampai akhir nafas saya.. Tidak segampang itu mencari dan menemukannya, tidak seperti membalikkan telapak tangan.. Selain punya kriteria ’standart’ yang kebanyakan orang inginkan, ada syarat-syarat khusus yang dititipkan orang tua saya kepada saya.. bahwa calon pasangan saya harus ’sama’ dengan saya..

Setelah sekian lama berpetualang mencari cinta sejati, baru mulai mendapatkan celah akhir-akhir ini.. Mulai muncul satu sosok pria yang saya cari.. Yang sesuai dengan kriteria untuk saya pribadi dan juga kriteria keluarga saya.. Dia pria yang secara fisik menarik, punya wawasan yang cukup (ini bisa menggambarkan bahwa dia berpendidikan yaa), sudah memiliki pekerjaan yang tetap, dari keluarga baik-baik, dan yang pasti dia ’sama’ dengan saya.. Untuk masalah sikap dan perilaku, saya pikir itu relatif, selama saya merasa nyaman dengan semua kelebihan dan kekurangan dia (sampai saat ini). Saya baru mengenal dia kurang lebih 2 (dua) bulan dengan tingkat intensitas yang cukup sering.. Dengan intensitas yang sering itu, saya perlahan mulai mengnal seperti apa sosok yang saat ini sedang dekat dengan saya.. Orangnya cukup menyenangkan, humoris jahil (sangattt)..

Menurut saya, dalam 2 (dua) bulan ini sangat wajar saya meminta suatu kejelasan kepadanya tentang perasaan yang sedang mendera kami berdua.. Kenapa saya bilang KAMI, karena saya cukup bisa merasakan bentuk perhatian dia atau mungkin bentuk ketertarikan dia kepada saya.. Dengan selalu melibatkan saya ditengah orang-orang disekitarnya, seperti teman-teman dan keluarganya. Saya memberanikan diri untuk mengungkapkan itu semua pada dia.. Merupakan satu kelegaan tersendiri untuk hati saya yang saat itu sedang banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul.. Kejelasan pun mulai sedikit terkuak..

Kejelasan tentang kenapa sikapnya yang penuh perhatian kepada saya dalam masa pendekatan kami ini tidak berujung pangkal.. Satu hal dia terangkan bahwa saat ini dia tengah menjalin hubungan dengan seseorang tanpa adanya rasa/sayang didalamnya.. Mengapa akhirnya dia memilih menjalin hubungan dengan perempuan itu tanpa didasari oleh perasaan dalam dirinya, itu semua karena dorongan dari pihak keluarganya, yang nota bene mereka masih ada hubungan keluarga. Mengorbankan keegoisan hatinya demi pengabdian kepada keluarganya.. One good thing kalau menurut saya.. Saya pun demikian adanya, dengan mencari pendamping hidup sesuai dengan keinginan keluarga.. Perbedaannya adalah, saya masih mempunyai kebebasan untuk menggunakan hati saya untuk memilih. Tidak demikian halnya dengan dia.. Dia menceritakan dengan jelas dilema yang sedang dia hadapi saat ini.. Satu sisi dia ingin mengabdi dan membahagiakan keluarganya, disatu sisi ada hati yang berontak ingin memilih sendiri.. Menjalani hubungan itu adalah bentuk pengabdiannya kepada keluarganya, tetapi selam dia menjalin hubungan itu, tetap tidak menemukan satu  alasanpun untuk mulai memberikan hatinya pada perempuan itu.. Ini menurutnyaa..

Bagaimana dengan saya??

Berbekal dengan keyakinan perasaan yang dia miliki dan dengan itikad untuk segera ‘keluar’ dari masalah yang saat ini sedang mendera hatinya, saya mencoba untuk tetap bertahan untuk beberapa waktu.. Untuk batasan waktu seberapa lama?? Itu hanya bisa dijawab seiring berjalannya waktu. Saya tidak berani jamin sampai berapa lama akan bertahan, karena saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.. Toh Hidup Mati Rejeki dan Jodoh semua ada ditanganNya benar?

Akankah saya mendapatkan sedikit celah untuk menarik hati keluarganya??

Akankah saya bisa mendapatkan hal terindah itu sesuai dengan harapan saya??

Apakah yang harus saya lakukan kepadanya?? Mendukung dia untuk tetap mengabdi pada keluarganya dengan mengabaikan hati yang dia miliki??

Apakah dengan mendukung dia untuk memenangkan kebebasan hatinya??

Menurut anda, pilih mana pengabdian pada keluarga atau kepentingan hati??





MaLaM iNi..

18 02 2009

Malam ini 18 Februari 2009.. Suasana malam yang tidak jauh berbeda dari malam sebelumnya.. Ada beberapa titik cahaya bintang dilangit, bulan yang terlihat separuh dr wujudnya, angin terasa halus meraba.. Suasana malam yang sangat biasa bukan?? Tapi ada desir-desir kebimbangan dan kegalauan dalam hati dan pikiranku saat ini yang justru membuat malam ini begitu berbeda dari malam biasanya.. Entah untaian kata-kata apa yang bisa mengungkapkan isi yang sedang berkecamuk dalam hati.. Mungkin kesedihan, mungkin kegelisahan, mungkin kemarahan, tetapi sangat jelas tergambar tidak adanya kebahagiaan.. Mengapa?? Karena seseorang yang aku kasihi sedang merasakan kekhawatiran yang sangat dalam, melebihi dari apa yang sedang aku rasakan saat ini.. Ingin rasanya merangkul dan mendekap erat tubuhnya walaupun hanya sekedar menenangkan kegundahan dalam relung pikirannya.. Membalas kasih atas apa yang telah ia lakukan selama hampir 26 tahun kepadaku.. Tapi aku masih merasa belum sanggup menghampirinya dengan hati yang cukup miris dan dengan air mata yang sepertinya akan tumpah.. Aku tak ingin ia merasa sedih atas perihal yang sedang ia alami, melihat orang-orang yang mengasihinya ikut hanyut terbawa dalam suasana haru yang memenuhi perasaannya.. Ku hanya bisa duduk terdiam dikamar ini, menyandarkan badanku disebuah sudut ruangan ini..

Dengan suara mengiba dan memohon dalam hati ”Tuhan, kuatkanlah dia, berikan cahaya kasihMu dalam pikirannya, agar semua masalah ini bisa ia atasi dalam terang jalanMu.. Pilihkanlah ia yang terbaik untuk hidupnya, dan tunjukkanlah rencana terindah dariMu.. Rangkulah kami orang-orang terdekatnya supaya bisa tetap tegar dan setia mendampinginya dalam suka maupun duka”.. Amien.. Seketika pun hujan mulai turun membasahi bumi.. Mewakili airmata yang kian enggan keluar dari tempatnya.. Luph u my guardian angel..





NG’GaNtuNg.. ??!!

18 02 2009

Hm.. Lo pernah gk sieh ngrasa hati lo digantung??

Bukan arti sebenarnya yaa.. Gila aja klo beneraann, sett serem amad, matii dong namanya.. hehe.. Gw lagi ngrasain euy.. Klo harus jujur, gak enak bgt rasa naa.. Gregetann tw gak sieh.. Rasa dimana lo lagi suka/tertarik ama seseorang dan seseorang itu terlihat seperti memberi sedikit harapan ke elo, tapi gak ada ujung na.. Berat gak tuh kasusnya.. Yg gw rasain sekarang jadi gk jelas gini, gw even gk tw apa yg harus gw lakuin sekarang.. Haruskah gw tetap berdiri di tempat gw sekarang dan menunggu?? Haruskah gw memberanikan diri gw untuk maju selangkah, memulai hal yang jadi harapan gw thd seseorang itu?? atau malah gw harus balik badan dan kabur??

GIMME SUM SIGNAL hey.. (ahahaha) Maksa ya? Ya harus gmn lagi coba, pengen mengalir seperti air, tp aliran air aja ada track na.. dari hulu ke hilir (yoi gak??!) masa ini gak.. hehe.. Hm.. But LIFE MUST GO ON rite?? Gw ikutin kemana angin membawa gw.. kalo seandainya nanti terjadi sesuatu yang sesuai dengan harapan gw, gw anggap itu sebagai bonus terindah dalam hidup gw.. Kalo gk seperti apa yg gw impikan berarti itu DERITA gw (ahahaha).. Bukan pasrah sieh, cm lebih belajar tawakal untuk menghadapi hal-hal yang diluar prediksi gw.. Sapa sieh gw yang slalu benar memprediksi sesuatu.. Hehe.. Well thats all deh.. One thing for sure, i do like him (for real cuy..) hehe.. Wish he could be the part of my life, the one who could spend my day with.. Till the rest.. (MaNsTaB !!)

Peace For aLL.. MA