Pemakaman Sang Raja..

8 07 2009

Sejak menghembuskan nafas terakhirnya 26 Juni waktu Indonesia, Sang Raja Pop Dunia ini akhirnya dimakamkan pada 8 Juli 2009 pukul 10.00 waktu LA.. Rencana pemakamannya mundur sekitar 15 menit dari yang sudah dijadwalkan, karena kedatangan pihak keluarganya sedikit terlambat..

Peti Jenazah Michael JacksonJenazah Michael Jackson yang berada dalam peti mewah diletakkan tepat di tengah panggung saat acara pemakaman berlangsung. Peti mati yang dilapisi emas itu diletakkan tepat di tengah panggung. Tampak peti tersebut begitu mewah dengan dihiasi bunga beraneka ragam dan warna di sekelilingnya.Sebelumnya, peti tersebut diangkut oleh tujuh orang pria yang mengenakan jas berwarna hitam menuju tempat pemakaman umum Staples Center, Los Angeles. Menurut informasi, peti pelantun Black or White itu seharga 20 ribu poundsterling. Acara pemakaman Jacko, sapaan akrab Michael Jackson ini dihadiri seluruh keluarganya, kerabat, dan para penggemarnya. Mariah Carey tampil pertama kali dengan lagu I’ll Be There milik mendiang Michael Jackson disambung dengan Lionel Richie dan beberapa kerabat almarhum. Diana Ross dan Nelson Mandela hanya menitipkan surat yang dibacakan diatas podium sebagai ungkapan bela sungkawa..

Anak perempuan Michael Jackson dari istri keduanya, Debbie Rowe, Paris rupanya tak mampu menahan tangis. Dia hanya mampu mengutarakan rasa cintanya pada Jacko, saat diminta berpidato di atas panggung. “Saya hanya ingin mengatakan, betapa aku mencintaimu ayah,” kata Paris yang langsung menangis, dan memeluk Janet Jackson.. Pernyataan Paris tersebut menjadi penutup acara prosesi pemakaman Raja Pop itu. Selain Paris, tampak pula anak Jacko lainnya dari Debbie Prince Michael hadir di sana namun tak memberi ucapan apa pun.

Michael Jackson boleh saja mengubah warna kulit menjadi putih. Namun, pada dasarnya ras Jacko tetap kulit hitam. Itu tertera pada sertifikat kematiannya.  Seperti dikutip TMZ, Rabu (8/7/2009), pada sertifikat kematian, pekerjaan Jacko disebut sebagai musisi. Tipe bisnisnya adalah bisnis hiburan dan rentang waktu bekerja selama 45 tahun. Pada kolom ras, tertera kata ‘hitam’. Di kolom alamat rumah terakhir, tercantum alamat rumah orangtua penyanyi legendaris yang meninggal dalam usia 50 tahun itu. Yakni di Encino, bukan di Holmby Hills. Ikut tercantum juga nama La Toya Jackson sebagai orang yang bertanggung jawab mengisi data sertifikat kematian tersebut.

Berkulit apapun dia, sekontroversial apapun dia, Michael Jackson tetap salah satu sosok sohor yang kaya akan karya.. Kehilangan dia adalah duka bagi dunia.. Selamat Jalan Sang Raja.. You’re Not Alone jacko, coz I’ll Be There, that One Day In Your Life you’d Heal The World with your songs, no matter who you are, Black or White..

So Long Legend..





Tak Mudah..

6 07 2009

Ternyata memang tak mudah menjalani ini semua..

Sudah beberapa hari ini aku kembali ke kehidupannya, dengan status yang berbeda tentunya.. Ber’status’kan sahabat aku kembali ke hadapannya, juga sebagai rekan profesional aku bekerja untuknya.. Beraat ku rasa.. Menahan rasa yang makin bergejolak dalam dada.. Mengatur emosi yang entah mengapa, makin sulit ku atasi.. Emosi rasa memiliki yang tak kunjung padam, emosi ingin mendekapnya tak bisa hilang.. Yaa.. kini aku kembali sebagai seseorang yang berbeda..

Demi janjiku padanya dan orang-orang terdekat, ku relakan diriku menahan perih di hati dan benakku.. Ku coba untuk bersikap sangat biasa di depannya dan mereka.. Ku tunjukkan diriku yang selalu ceria dan bahagia.. Ku usahakan menghilangkan guratan guratan sedih, duka dan lara di wajahku.. Agar mereka menganggapku sebagai seseorang yang tegar..

Ya nampak tegar, tapi tidak begitu adanya.. Masih sering ku meratapi hidupku di malam yang sunyi menjelang tidur.. Tak jarang linangan air mata ini menetes kembali di pipiku.. Mungkin kalian berpikir aku terlalu lemah, tapi ya begitulah kenyataannya. Penyesalan demi penyesalan mendera jiwaku. Seakan berontak kenapa aku mengalami ini kembali??? Kenapa hati ini terluka kembali??? Tanpa tahu akhirnya dimana..

Kurasa masih jauh dan panjang sekali perjalanan ini.. Hari demi hari yang lalu, berhasil kulalui tanpa cacat. Mereka tak menaruh curiga sedikit pun.. Yaa, itulah yang aku mau.. Tak ingin rasanya kembali menambah beban pikiran orang-orang terkasihku.. Mama papa, sudah cukup prihatin akan kenyataan yang aku alami, mereka hanya bisa membantuku dengan doa terbaik mereka untukku.. Sangat cukup ku rasa.. Ku berikan senyuman dan keceriaan, yang sejujurnya semu, untuk mereka sebagai balasan atas doa dan segala rupa yang telah mereka berikan untukku.. Sahabat-sahabat baikku, yang selalu ada disaat aku membutuhkannya, tak kuijinkan melihat kepedihanku.. Ku sodorkan sisi suka cita ku.. Dan dia… Engkau tak layak untuk tahu betapa hancurnya hati ini karena kau tak memberikan 1 kesempatan pun padaku, untuk bisa bersanding denganmu..

Hanya di blog inilah ku mengadukan segala keluh kesah ku.. Karena ku tak menginginkan diri ini perlahan gila menyimpan semuanya.. Dalam kebisuanmu (baca:blog), ku berani ungkap semua..





Miss Him a Lot

1 07 2009

I dreamt bout you last nite dear..

Pagi ini, begitu aku buka kelopak mataku, masih terbayang dengan jelas isi mimpiku semalam.. Semua adegan berisi tentang ‘DIA’.. Tak luput 1 babak cerita pun.. Kurasakan rindu yang sangat dalam.. Yaa, seminggu sudah kita tidak bertemu.. Ku sedang menyiapkan hati dan mentalku untuk kembali kehadapannya, dengan mengubah status di hatiku, dari seseorang yang ‘mendambakan’nya menjadi seseorang yang hanya mampu ‘mendekati’nya sebagai sahabat.. Saat ini ‘dia’ hanya seseorang yang bisa kulihat, tak bisa ku genggam.. Sediih..

Mampukah diri ini berlaku seperti itu pada ‘nya’..?? Mencoba biasa dan merubah perasaan ini menjadi ‘flat’..?? Ugh!! Kurasa sangat sulit.. Sangat sulit..

Kenapa ‘dia’ masuk ke dalam bunga tidurku?? Disaat aku berusaha untuk menenangkan diri, melupakan apa yang sudah terjadi, mencoba menata kembali hatiku agar tidak menginginkan ‘dia’ kembali.. Kenapa Tuhan??

Benar ternyata ini tidak segampang mencintainya.. Hari-hari makin sulit kujalani.. Kembali ke lingkungan’nya’.. Segala macam upaya aku coba untuk tegar, dengan menyediakan beberapa waktu untuk diriku tanpa ‘dia’.. Tapi disaat-saat itu ‘dia’ selalu bertengger dalam benakku.. Seperti tidak mau keluar dari relungku..

Apakah ini bagian dari rencanaMu Tuhan?? Aku tahu Engkau tidak akan melimpahkan sesuatu hal diluar batas ku, karena itu, ku coba untuk lewati ini semua.. Tapi kenapa aku makin terpuruk?? ‘dia’ makin nyata..

Mudah-mudahan aku bisa melewati tiap fase ini Tuhan.. Tak henti-hentinya aku memohon padaMu ya Tuhan, bahwa aku masih mengharapkan ‘KEAJAIBAN’ itu datang menghampiriku.. Membuat hal yang paling menakutkan ‘itu’ tidak terjadi padaku..