Tak Mudah..

6 07 2009

Ternyata memang tak mudah menjalani ini semua..

Sudah beberapa hari ini aku kembali ke kehidupannya, dengan status yang berbeda tentunya.. Ber’status’kan sahabat aku kembali ke hadapannya, juga sebagai rekan profesional aku bekerja untuknya.. Beraat ku rasa.. Menahan rasa yang makin bergejolak dalam dada.. Mengatur emosi yang entah mengapa, makin sulit ku atasi.. Emosi rasa memiliki yang tak kunjung padam, emosi ingin mendekapnya tak bisa hilang.. Yaa.. kini aku kembali sebagai seseorang yang berbeda..

Demi janjiku padanya dan orang-orang terdekat, ku relakan diriku menahan perih di hati dan benakku.. Ku coba untuk bersikap sangat biasa di depannya dan mereka.. Ku tunjukkan diriku yang selalu ceria dan bahagia.. Ku usahakan menghilangkan guratan guratan sedih, duka dan lara di wajahku.. Agar mereka menganggapku sebagai seseorang yang tegar..

Ya nampak tegar, tapi tidak begitu adanya.. Masih sering ku meratapi hidupku di malam yang sunyi menjelang tidur.. Tak jarang linangan air mata ini menetes kembali di pipiku.. Mungkin kalian berpikir aku terlalu lemah, tapi ya begitulah kenyataannya. Penyesalan demi penyesalan mendera jiwaku. Seakan berontak kenapa aku mengalami ini kembali??? Kenapa hati ini terluka kembali??? Tanpa tahu akhirnya dimana..

Kurasa masih jauh dan panjang sekali perjalanan ini.. Hari demi hari yang lalu, berhasil kulalui tanpa cacat. Mereka tak menaruh curiga sedikit pun.. Yaa, itulah yang aku mau.. Tak ingin rasanya kembali menambah beban pikiran orang-orang terkasihku.. Mama papa, sudah cukup prihatin akan kenyataan yang aku alami, mereka hanya bisa membantuku dengan doa terbaik mereka untukku.. Sangat cukup ku rasa.. Ku berikan senyuman dan keceriaan, yang sejujurnya semu, untuk mereka sebagai balasan atas doa dan segala rupa yang telah mereka berikan untukku.. Sahabat-sahabat baikku, yang selalu ada disaat aku membutuhkannya, tak kuijinkan melihat kepedihanku.. Ku sodorkan sisi suka cita ku.. Dan dia… Engkau tak layak untuk tahu betapa hancurnya hati ini karena kau tak memberikan 1 kesempatan pun padaku, untuk bisa bersanding denganmu..

Hanya di blog inilah ku mengadukan segala keluh kesah ku.. Karena ku tak menginginkan diri ini perlahan gila menyimpan semuanya.. Dalam kebisuanmu (baca:blog), ku berani ungkap semua..