The Memory of Wedding Invitation

6 11 2009

Yaa.. Disodorkannya ke gw sebuah wedding invitation tertanggal 4 july 2003.. Sebuah pernikahan yang telah diadakan di sebuah Hotel di kawasan Denpasar beberapa tahun lalu.. Makanya gw sebut itu sebuah memory.. Bagian dari masa lalu seseorang yang sudah gw ketahui sebelumnya.. Entah apa maksud dari penyodoran itu, tp seketika hati gw jadi kaku, apakah merasa sedih, cemburu atau apa, gak jelas.. Gw berusaha untuk tetap bersikap tenang, dengan air muka gw yang flat, sedikit menunjukkan kesenangan karena pada saat itu dia bilang itu adalah design hasil karyanya.. Ada kebanggaan tersirat diwajahnya, ya gw harus mengimbangi itu dengan hal yang tak jauh berbeda, menunjukkan muka senang dan bangga.. Gw sendiri gak gitu sadar, apakah terlihat raut muka gw yang kaku atau terlihat seperti selayaknya..
Yang terlintas dalam benak gw saat itu hanya, betapa bahagianya dia pada hari itu, pada hari pernikahannya, yang tanpa dia prediksi sekarang kenyataan berkata lain. Tapi tidak ada satu orang pun yang bisa menduga apa yang akan terjadi di masa berikutnya kan?? Begitu juga dengan dia gw rasa.. Gw lihat sebuah wedding invitation masih tersimpan sangat rapi di agenda kerjanya, yang selalu dia sertakan disetiap rutinitas kerjanya.. Apa itu bagian/wujud nyata bahwa dia masih sangat menginginkan masa lalu itu ada bersama dia?? Dan akan membawa itu sampai kapan pun?? Even dia sudah memulai suatu hubungan baru dengan gw? Entahlah.. Hanya dia dan Tuhan yang tau apa yang ada dalam benaknya..
Saat ketika Wedding Invitation itu ada di tangan gw, gw lihat dengan seksama, sambil membayangkan apakah nama gw akan bersanding dengan namanya dalam satu wedding invitation seperti yang gw pegang?? Pengharapan yang besar terhadap itu.. Mudah-mudahan someday gw akan menginjakkan kaki gw di hari yang akan membuat sejarah baru dalam level kehidupan gw nantinya..
Gw berusaha menerima keadaannya, karena memang begitu adanya.. Mungkin gw yang berbeda status dengan dia tidak jauh lebih baik darinya.. Tapi gak tau kenapa, perasaan cemburu gw menjadi amat sangat besar ketika melihat wedding invitation itu.. Yang padahal sudah sangat nyata itu merupakan bagian dari masa lalunya.. Kembali lagi, walopun selama ini dan kemarin pd saat kejadian itu pun gw sangat sangat berusaha menampilkan sikap yang normal.. tetap aja gw gak bisa membohongi perasaan gw kan?? Setelah gw timbang-timbang dan rasa-rasa, gw yakin itu perasaan cemburu..
Apakah wajar gw merasakan hal itu?
Atau berlebihan??
Apakah gw juga harus membohongi perasaan gw??
Sediih menyelimuti hati gw sepanjang malam kemaren.. Gak gw ijinkan dia tau gurat kesedihan dan cemburu di muka gw..
Keinginan gw cuma, gw ingin nama gw terpampang indah di sebuah wedding invitation bersamanya..
Amieenn..


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar